Bidik Pasar Milenial dan Generasi Z, Jualan Online Harus Cerdik

Umkmexpo.com, SOLO--Kondisi pandemi Covid-19 yang membatasi mobilitas masyarakat, membuat para pedagang harus cerdas menjual dagangannya.

Salah satu metode penjualan yang relevan dan kini ramai dilakukan yaitu dengan sistem online memanfaatkan berbagai media sosial. Namun tentu berjualan online tidak lah mudah. Diperlukan kecerdasan agar dagangan laris manis.

Webinar Sesi 12 UMKM Sukses Digital bertema Story Telling dan Foto Produk yang Menarik untuk Pemasaran di E-Commerce pada Selasa (22/6/2021) membedah cara mempromosikan produk agar sukses menarik perhatian para pembeli.

Konten Unik dan Kreatif

Seminar virtual kerja sama Bank Indonesia (BI), Solopos, dan sejumlah pihak ini menghadirkan Brq Dias Bahary Adhitama dari Tim SME Development Shopee sebagai pembicara. Dia Menjelaskan besarnya potensi pasar online Tanah Air.

Bahkan pasar online Indonesia menguasai 60 persen e-commerce dari keseluruhan pasar di Asia Tenggara. Menurut Dias pertumbuhan pengguna produk digital selama pandemi Covid-19 membuat akses e- commerce meningkat pesat.

“Bahkan valuasi pasar e- commerce di Asia Tenggara diproyeksikan mencapai Rp2.200 triliun pada tahun 2025,” ujar dia. Penduduk Indonesia saat ini mencapai 270,2 juta, dengan dominasi kaum milenial dan Gen Z sebagai generasi online.

Perinciannya, penduduk milenial 69,38 juta dan 76 persennya pengguna Internet. Sedangkan Gen Z sebanyak 74,93 juta dengan pengguna Internet 65 persen. Tingkat konsumsi milenial dan Gen Z melalui akses e-commerce 26 persen.

Dengan memanfaatkan berbagai media sosial, menurut Dias pedagang online bisa mendapatkan sejumlah keuntungan. Seperti jangkauan audiens yang luas, memperluas kegiatan di rumah saja, hingga meningkatkan trafik di Shopee.

Namun Dias menggarisbawahi pentingnya cerdik dalam menggelar lapak atau berjualan di media sosial. Selain dengan memanfaatkan platform media sosial yang tepat, pedagang harus bisa menyajikan konten yang unik dan kreatif.

Tujuannya untuk menarik perhatian pasar, sehingga diharapkan terjadi transaksi jual beli. Konten promosi harus atraktif dengan mengandung aspek edutainment, konten video/live, personalisasi-partisipasi pembeli, dan brand purpose.


No Comments
Leave a Comment