Kekinian, Orchita Batik Solo Berani Dobrak Pakem

Umkmexpo.com, KLATEN — Bisnis batik tak ada matinya. Di tengah perkembangan zaman, usaha batik ternyata banyak digandrungi orang, termasuk orang kantoran. Hal itulah yang dibuktikan Orchita Batik yang beralamat di Jl. Laos Utara No. 23 Kagokan, Pajang, Laweyan, Solo.

Berbekal sentuhan Leonie Bunga Orchita selaku pemilik Orchita Batik, model batik tak lagi terkesan kuno. Sebaliknya, Leonie mendobrak pakem yang sudah ada agar batik terkesan modern alias kekinian.

Batik bikinan Orchita Batik modelnya dibikin bertumpuk-tumpuk atau campuran beberapa motif. Hal itu dilakukan agar tak terkesan kuno. Produk Orchita Batik, di antaranya atasan, bawahan, gamis, daster, kain batik, dan lainnya.

Dari berbagai produk itu, Orchita Batik selalu memiliki ciri khas, yakni dapat mendukung ibu menyusui. Dengan cara seperti itu memudahkan ibu-ibu yang ingin menyusui dengan tetap memakai batik.

“Sasaran saya ke market muslimah [lengan panjang dan berhijab]. Batik saya juga untuk orang kantoran,” kata Leonie Bunga Orchita, kepada Solopos.com, Selasa (31/8/2021).

Jauh sebelum berkecimpung di dunia batik, Leonie telah merintis penjualan baju casual untuk mahasiswi di tahun 2010. Dia memilih namanya sendiri sebagai brand, yakni Orchita. Hal ini dilakukan setelah memperoleh masukan dari suaminya. Secara harfiah, orchita bermakna anggrek.

Seiring berjalannya waktu, Leonie Bunga Orchita mengubah usahanya dari menjual baju casual ke baju muslim. Hal itu dilakukan di tahun 2012/2013. Waktu itu, fashion muslim dinilai sedang naik daun. Leonie mengikuti perkembangan zaman seiring banyaknya hijabers.

Memasuki tahun 2014, dia sempat vakum karena harus bed rest sekitar enam bulan pascamenjalani operasi. Tak berselang lama, Leonie Bunga Orchita bangkit lagi membangun usahanya. Kali ini, wanita itu ikut-ikutan menjual batik sebagaimana yang sudah dilakukan suaminya.

“Orchita Batik itu lahir di tahun 2016,” katanya. Leonie  mengatakan penjualan batik bikinannya dilakukan secara online, yakni melalui market place atau pun melalui media sosial (medsos).

Menjangkau Semua Pulau

Pemasaran Orchita Batik tak hanya menjangkau di berbagai daerah di Tanah Air, seperti Pulau Jawa, Sumatra, Sulawesi, Kalimantan, Bali, Lombok, Papua, dan lainnya.

“Selain di semua pulau di Indonesia, penjualannya juga pernah ke Jepang, Hong Kong, Singapura, dan Malaysia. Untuk omzet Orchita Batik di awal-awal itu sempat mencapai tujuh digit-delapan digit,” katanya.

Leonie mengatakan munculnya pandemi Covid-19 sangat memengaruhi penjualan Orchita Batik. Meski seperti itu, dia tetap semangat berjualan.

“Orang berbisnis itu enggak mungkin lancar terus. Ini saya gunakan untuk berbenah diri, baik dalam keuangan, sistem, dan market,” katanya.

Leonie terus mengembangkan diri. Hal itu termasuk mengikuti UMKM Virtual Expo 2021 beberapa waktu lalu. Kegiatan tersebut diselenggarakan Bank Indonesia (BI) Solo bekerja sama dengan Solopos Media Group.

“Hal paling berkesan [saat mengikuti UMKM Virtual Expo 2021] adalah marketing google my business. Itu sangat bermanfaat sekali bagi saya. Itu ada rekamannya juga, saya putar berulang kali. Melalui google my business ini juga bisa mempromosikan batik saya,” katanya.

 


No Comments
Leave a Comment