Kerajinan Bambu Buatan Warga Mojogedang Karanganyar Ini Tembus Negeri Paman Sam

Umkmexpo.com, KARANGANYAR — Bermula dari belajar lewat video di Youtube, seorang pria asal Mojogedang, Karanganyar, Jawa Tengah, Anton Eko Wahyudi sukses menjalankan usahanya kerajinan bambu.

Usaha yang ia namai Projectbamboo ini sudah berjalan selama tiga tahun sejak 2018.

Anton bercerita awal mula dirinya tertarik dengan bisnis kerajinan ini karena melihat pohon bambu di rumahnya tak dimanfaatkan dengan baik. Sehingga tercetus idenya untuk membuat mainan lokomotif kereta api dari bambu untuk buah hatinya.

Hanya belajar lewat Youtube, dia belajar membuat kerajinan bambu lokomotif kereta api yang kini mengantarkan dia menjadi pengusaha sukses di daerahnya.

“Saya merintis usaha sekitar 2018, belum lama juga. Karena di rumah juga punya pohon bambu daripada sayang cuma buat memasak dan enggak begitu terpakai akhirnya coba-coba. Bikin kerajinan dan juga pengin buatin anak mainan lokomotif kereta,” cerita dia kepada Solopos.com, Senin (9/8/2021).

Usaha yang ia geluti selama tiga tahun ini akhirnya membuahkan hasil. Ayah dari satu orang putra ini berhasil memasarkan produknya ke berbagai daerah di Indonesia, seperti Bandung, Bali, dan Jakarta. Bahkan ada pula pemasok yang juga mengirimkannya ke Amerika Serikat.

“Pemasaran ke Bali, Jakarta sama Bandung. Ada yang dijual lagi dan ada pembeli langsung. Kebanyakan luar kota, untuk lokalan di kabupaten masih sedikit. Di Solo juga ada tapo kirimnya ke luar negeri, ke Amerika, kemudian ke India juga,” beber pria berusia 35 tahun itu.

Aneka Kerajinan Bambu dari Anton

Produk kerajinan bambu yang ia buat hasil belajar dari Youtube itu memiliki beragam jenis. Beberapa di antaranya, termos, cangkir, sendok dan garpu, dan lain sebagainya.

Tapi untuk saat ini, Anton mengaku yang paling diminati pelanggan, produk gelas dan termosnya.

Dari usahanya ini, Anton kini juga bisa memberdayakan masyarakat sekitar untuk membantu dia membuat kerajinan bambu yang awalnya belajar lewat Youtube ini.

“Termos dan cangkir paling laku, tapi untuk saat ini pre order. Kalau untuk saat ini ada saudara diajak bekerja. Kalau untuk orderan 10-20 ada 1 orang. Tapi pernah 100-150, saya ajak pemuda desa yang mau bantu kerja sama di kerajinan ini,” terang dia.

Untuk harganya sendiri, produk yang dibikin Anton berkisar Rp6.000 hingga Rp100.000. Tapi, khusus untuk lokomotif kereta api, ia memasang tarif Rp600.000. Dengan harga tersebut, ia berhasil meraup pendapatan hingga Rp1,5 juta per bulan.

Pada kesempatan itu, Anton mengaku bersyukur bisa menjalani bisnis kerajinan bambu Projectbamboo ini dengan baik, meski pandemi Covid-19 masih menyelimut Tanah Air.

“Alhamdulillah, saya tidak penrah berpikir sejauh dari ini. Dulu pikir dulu bikin buat mainan anak, eh kok banyak yang minat. Terus orderan banyak konsumen cocok. Kalau ide-ide baru dari konsumen saya terima,” pungkas dia.


No Comments
Leave a Comment