Ide Bisnis Pemilik Mentari Craft, Bermula dari Event Kampus

Umkmexpo.com, SOLO – Ide bisnis atau usaha bisa datang dari mana saja, salah satunya Mentari Craft bisnis buket yang ditekuni Ossa Mentari Wijanarko yang berawal dari penggalangan dana untuk event di kampus.

“Jadi saat itu jadi panitia event di kampus pada 2018, bagiannya kebetulan penggalangan dana. Kemudian ingat kalau ada tradisi memberi hadiah kepada yang sedang seminar atau sidang skripsi. Nah bersama teman akhirnya bikin buket,” kata Ossa kepada Solopos.com, Minggu (8/8/2021).

Selepas event kampus tersebut, lanjut Ossa mulailah membuka usaha dengan nama Mentari Craft. Namun diawal usaha ternyata tidak semulus yang dibayangkan. Penjualan buket buatannya tidak begitu bagus.

Namun hal itu tidak menyurutkan Ossa untuk melanjutkan usaha Mentari Craft berupa buket untuk hadiah seseorang. Pengalaman membuatnya tidak hanya fokus pada event tertentu saja, namun semua peluang dijajaki.

“Jadi pada awal bisnis saya salah menentukan target market. Sehingga walaupun produknya murah, karena penjualan hanya saat tertentu saja jadi tidak berkembang,” ujar Ossa.

Kini buket buatan Mentari Craft tidak hanya pada event tertentu saja dan tidak hanya berupa rangkaian bunga. Karena Ossa juga menyasar pemberian ucapan ulang tahun, hadiah kesuksesan, permohonan maaf, hingga mahar pernikahan.

Harga Buket Mentari Craft

Untuk satu buket, lanjut Ossa, Mentari Craft siap melayani dengan rentang harga mulai Rp35.000 atau menyesuaikan keinginan pemesan. Misal untuk ucapan ulang tahun buket bisa berupa jajanan kesukaan yang berulang tahun. Bahkan bisa juga berupa lembaran uang dan cokelat.

“Target market saya adalah usia 15-35 dan tidak terbatas pada event seminar, wisuda, namun bisa yang lainnya juga. Pemasaran untuk saat ini masih online karena saya masih kuliah di UGM,” ujar mahasiswi semester 8 jurusan Matematika ini.

Media sosial seperti Instagram, Facebook, dan WhatsApp (WA) jadi sarana pemasaran online Mentari Craft. Selain itu Ossa pun memasarkan buketnya melalui market place, Shopee sehingga tidak hanya di Jogja saya.

“Karena itu saya tertarik jadi peserta UMKM Virtual Expo 2021 bersama Bank Indonesia [BI], agar pemasarannya bisa menjangkau Solo. Saya mendapat wawasan lebih luas terkait bisnis dan juga tips marketing,” ujar Ossa.

Saat ini Mentari Craft, lanjut Ossa belum membuka toko fisik. Tetapi untuk pembuatan buket biasanya dilakukan di Perumahan Bangun Rejo, Wonorejo, Polokarto, Sukoharjo. Jadi sekalian promosi untuk wilayah Solo juga.

Mencicipi Teh Gambyong Buatan Warga Karanganyar, Ada Aroma Kopinya

Umkmexpo.com, SOLO — Meski baru dirintis sekitar tujuh tahun, teh merek Gambyong buatan pengusaha asal Desa Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar, ini tak bisa dianggap enteng.

Dengan cita rasanya yang unik, pemasaran teh Gambyong buatan pengusaha bernama Eko Wuryanto, 41, ini sudah menembus berbagai pulau di Indonesia. Sejak pertengahan 2014, Eko merintis usaha teh kering kemasan dengan brand (merek) Teh Gambyong.

Produk teh dengan berbagai cita rasa milik Eko sudah dipasarkan di berbagai wilayah Jawa dan Bali. Tujuh tahun berjalan, usaha ini telah melalui pasang surut. Tapi tekad Eko telah bulat untuk mengenalkan teh khas Kemuning itu ke Tanah Air.

“Untuk penjualan dari awal hingga sekarang mengalami peningkatan yang cukup baik. Sebab teh Gambyong berbeda dengan teh biasa di pasaran. Ada keunikan-keunikan sendiri dari aroma dan cita rasa,” ujarnya kepada Solopos.com, Selasa (20/7/2021).

Keunikan Teh Gambyong Kemuning, Karanganyar, misalnya adanya aroma kopi pada setiap seduhannya. Padahal Eko tidak menambahkan sedikit pun kopi ke teh yang ia buat. Menurutnya, aroma kopi bisa muncul karena pengolahan atau pembuatannya yang khas.

Namun Eko tak memerinci proses pengolahan teh yang bisa memunculkan aroma kopi. “Orang-orang biasa menyebut teh kopi. Walau kami tidak menambahkan sedikit pun kopi, tapi karena proses pengolahan yang menghasilkan aroma itu,” katanya.

Pilihan Cita Rasa

Keunggulan lain Teh Gambyong Kemuning, Karanganyar, menurut Eko, yakni adanya berbagai pilihan cita rasa, seperti teh melati, teh jahe, teh serai, teh hijau, teh hitam, serta teh mint. Ada juga produk kualitas premium Gambyong yaitu teh putih dan teh oolong.

“Kata konsumen, teh oolong kami cita rasanya lebih keluar, lebih mantap dibandingkan teh sejenis yang beredar di pasaran,” urainya.

Eko bersyukur bisa mendapatkan daun teh terbaik dari wilayah perkebunan Kemuning di area lereng Gunung Lawu. Untuk pemasaran Teh Gambyong, Kemuning, Karanganyar, menurut Eko, memang lebih banyak Jawa-Bali. Tapi beberapa waktu terakhir produknya mulai masuk ke Sumatra, Kalimantan, dan Papua.

Ia dibantu banyak reseller dalam memasarkan produk andalannya itu. “Sebenarnya hampir di semua wilayah Jawa dan Bali ada. Tapi memang hanya beberapa tempat. Kami belum jual ke khalayak ramai, tapi produk kami sudah diterima pencinta teh dari Jawa, Bali, juga dari Sumatra, Kalimantan, bahkan Papua,” tuturnya.

Terinspirasi Tari Gambyong

Menurut Eko, Teh Gambyong juga sudah bisa dibeli di marketplace dan toko online Tanah Air, seperti Shopee dan Tokopedia. Teh karya Eko diminati masyarakat dari berbagai kalangan dan latar belakang.

Sebab teh Gambyong memang tersedia dalam berbagai pilihan aroma dan cita rasa. Ihwal nama “Gambyong”, Eko mengaku terinspirasi tari tradisional itu. Tari Gambyong biasa dipentaskan dalam setiap acara sebagai pembuka atau penyambutan tamu.

Eko berkeinginan Teh Gambyong, Kemuning, Karanganyar, juga bisa seperti Tari Gambyong. “Secara filosofi saya terinspirasi dari Tari Gambyong. Saya ingin Teh Gambyong bisa berkembang dan disukai para pencinta teh, sehingga menjadi minuman penyambutan,” jelasnya.

Untuk menambah ilmu di bidang pemasaran, belum lama ini Eko mengikuti event UMKM Virtual Expo 2021 yang digelar Bank Indonesia (BI) bekerja sama dengan Solopos Media Group (SMG). Ia ingin belajar mulai dari proses usaha hingga bagaimana untuk memasarkan produk agar lebih dikenal khalayak ramai. “Banyak hal yang harus dipelajari, banyak potensi yang bisa didapatkan,” ungkapnya.

Keren! Pengusaha Tanaman Hias Sukoharjo Ini Tembus Pasas Luar Jawa

Umkmexpo.com, SUKOHARJO – Acasha Nursery nama usaha budidaya tanaman hias dan buah yang digeluti keluarga Amorizza Wury Hartanti dan adiknya Tiara Karunia Kristy kini telah berkembang pesat. Bahkan pembelinya pun ada yang berada di luar Pulau Jawa.

Namun, untuk bisa mendapatkan itu semua tak semudah membalikan telapak tangan. Ada kegigihan dibalik usaha Amorizza dan saudaranya mengembangkan usaha yang dirintis bapaknya tersebut. Apalagi usaha itu digeluti di rumah bukan di kios tersendiri.

Cerita usaha keluarga, Acasha Nursery tersebut pun mengalir dari Tiara yang kini masih duduk di STIKES Nasional. Usaha tersebut awalnya dirintis, Yohanes Mulyadi yang tak lain bapak dari Tiara pada 1980 an. Saat mengawali usaha bapak Tiara yang sudah meninggal, hanya fokus pada tanaman hias bonsai.

Sebagai guru SD, Yohanes Mulyadi menjadikan usahanya sebagai tambahan sekaligus hobi yang digeluti di rumahnya . Kemudian kian berkembang ketika Yohanes memasuki masa pensiun pada 2010. Tak hanya tanaman hias bonsai yang ada di Acasha Nursery, namun juga tanaman buah termasuk bibit dan media tanam.

Usaha tersebut mengalami pasang surut, karena tergantung tanaman apa yang booming di masyarakat. Namun Yohanes Mulyadi tetap dengan tekun menggeluti usahanya itu. Hingga akhirnya pada 2018 dia mengalami stroke dan akhirnya meninggal pada 2020.

“Terus terang ini duka bagi kami, karena dari usaha bapak kami bisa sekolah dan memenuhi kebutuhan dibantu kakak-kakak kami. Kondisi ini pun membuat mbak Amorizza, saya, dan ibu bertekad meneruskan Acasha Nursery,” jelas Tiara.

Acasha Nursery Merambah Marketplace

Beruntung selama ini Tiara dan saudaranya sering diajak berkebun bareng dengan bapak. Sehingga ada pengetahuan yang didapat soal tanaman hias dan buah. Kendati tak sebanyak yang dimiliki orang tuanya.

Namun, perjuangan mereka kemudian mendatangkan hasil, berkat ketekunan dan keinginan kuat untuk melanjutkan usaha. Tak hanya itu, berkas usaha tanaman hias dan buah, Amorizza dan Tiara pun bisa kuliah.

“Saya sudah lulus dan baru diwisuda Sabtu 17 Juli 2021. Kalau adik, Tiara masih kuliah di STIKES Nasional,” tutur Amorizza.

Kini Acasha Nursery sudah merambah dunia online, tidak hanya di Facebook dan Instagram, namun sudah jualan di marketplace.

“Sangat bersyukur, karena pembeli tak hanya dari Soloraya, namun ada yang dari Sumatera dan Bali. Ini juga memberikan kami pelajaran bagaimana mengurus karantina untuk pengiriman tanaman,” ujar Tiara kepada Solopos.com.

Keinginan untuk terus memajukan usaha menjadikan Amorizza peserta UMKM Virtual Expo 2021 yang digelar Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan (KPw) Solo dengan Solopos Media Group. Pelatihan ini diikuti puluhan peserta dan digelar secara bertahap, April – Juni 2021.

“Dapat ilmu baru tentang berjualan online yang sangat membantu usaha Acasha Nursery. Apalagi saat ini PPKM sehingga meminimalkan tatap muka antara penjual dan pembeli. Termasuk pengetahuan pembayaran non tunai,” terang Amorizza didampingi Tiara.

Karena di UMKM Virtual Expo 2021 banyak pengetahuan yang didapatkan dan berhubungan langsung dengan pelaku usaha yang tengah menjalani bisnis online. Termasuk juga, lanjutnya, ada pembelajaran memotret objek yang akan dijual online.

“Ternyata ada tekniknya agar foto yang dihasilkan lebih menarik. Sangat membantu dalam pemasaran usaha tanaman hias dan buah, Acasha Nursery,” ujar dia.

Kini usaha yang digeluti di rumah yang terletak di Dusun Pusposari RT 003, RW 006, Desa Wironanggan, Kecamatan Gatak, Sukoharjo semakin berkembang. “Bisa berkunjung langsung, atau menengok akun Instagram: acashanursery2,” pungkasnya.

UMKM Soloraya Didorong Bertransaksi Aman dengan QRis dan Qren

Umkmexpo.com, SOLO – Di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini masyarakat didorong untuk adaptif menggunakan teknologi digital termasuk dalam bertransaksi jual beli.

Untuk itu Bank Indonesia (BI) terus mendorong masyarakat termasuk usaha mikro kecil menengah (UMKM) untuk beralih ke transaksi nontunai dengan QRis (Quick Response [QR] Code Indonesian Standard).

Manfaat QRIS antara lain membuat proses transaksi menjadi lebih mudah dan praktis karena merchant hanya perlu memiliki satu QR Code untuk melayani berbagai aplikasi pembayaran digital yang sudah mendapatkan izin resmi.

Hal itu diungkapkan perwakilan Bank Indonesia (BI) Nindy Widianingrum dalam Webinar UMKM Virtual Expo sesi ke- 16 yang digelar BI Kantor Perwakilan Solo bersama Solopos, Selasa (6/7/2021).

“Transaksi tunai memiliki sejumlah risiko seperti potensi tercampurnya uang pribadi dengan usaha, tidak tercatatnya histori perusahaan, potensi menerima uang palsu tinggi, hingga kesulitan bila ingin mendapatkan pinjaman modal usaha,” ujarnya.

Menurut Nindy, manfaat lain QRis adalah membuat proses transaksi menjadi lebih mudah dan praktis karena merchant hanya perlu memiliki satu QR Code untuk melayani berbagai aplikasi pembayaran digital yang sudah mendapatkan izin resmi.

Selain itu, di masa pandemi seperti saat ini, Qris semakin dibutuhkan penjual atau merchant. Dengan Qris, transaksi lebih aman karena penjual lebih terlindungi karena menerima pembayaran secara higienis dan tak kontak langsung dengan pembeli.

Selain itu, merchant juga bisa mengikuti tren yang berdampak pada transaksi penjualan. Transaksi juga akan langsung tercatat dan masuk rekening. Penjual juga tidak perlu menyediakan uang kembalian. Dengan Qris, penjual atau merchant bisa membangun kredit profile dengan mudah.

“Dengan batasan transaksi Rp5 juta, tiap transaksi akan mendapat benefit berupa poin dan biaya potongan transaksi hanya sebesar 0,7% membuat lebih dari 7 juta merchant di Indonesia yang telah merasakan manfaat penggunaan QRis,” ujar Nindy.

Manfaat Qren

Selain mengulas tentang QRis, UMKM Virtual Expo sesi ke-16 membahas tentang Qren dan mysooltan. CEO Telkom Qren, Fajar Eri Dianto sebagai nara sumber webinar.

Fajar menjelaskan mysooltan adalah aplikasi yang menunjang migrasi bisnis secara online dilengkapi dengan infrastruktur hanya dalam sekejap. Aplikasi ini juga membuka peluang baru, memberikan ide kreativitas, dan memperkuat jaringan bisnis melalui kemitraan dengan masyarakat.

Sedangkan aplikasi QRen merupakan layanan yang menghubungkan merchant (penjual) dengan issuer (penerbit alat bayar) untuk memberikan kemudahan bagi pembeli dalam melakukan pembayaran secara mobile dengan menggunakan teknologi QR (Quick Response) code.

Pada saat itu, salah satu peserta webinar, Alif Danan Faathir dari UMKM Ampyang bertanya melalui via chat tentang keamanan QRis. “Bagaimana mengetahui QRis aman untuk discan? Karena masyarakat belum banyak mengenal Qris dan caranya masih ada rasa takut dan bingung,” tanya Alif.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Fajar Eridianto menjelaskan, bahwa semua yang sudah mendapat izin dari Bank Indonesia, keamanan sistemnya sudah pasti terjamin, termasuk Qris dan Qren.

Menurut Fajar, QRen menjadi solusi pembayaran yang dapat dimanfaatkan semua penyelenggara sistem pembayaran, baik di Indonesia maupun di luar negeri yang sesuai dengan standardisasi BI.

QRen menyediakan beragam layanan dan fitur inovatif, seperti integrated QR Payment application, layanan PPOB, top up E-Money, mencetak kode QR untuk pembayaran kode QR, serta riwayat transaksi dan pemisahan modal usaha dan pendapatan.

Melalui QRen, pengguna bisa bertransaksi dengan cepat dan praktis, memungkinkan transaksi tanpa uang tunai, dapat digunakan saat transaksi online dan offline pada semua segmen merchant.

Bagi pelaku UMKM, QRen dapat meningkatkan produktivitas bisnis dan membantu pengelolaan bisnis agar lebih tertata dengan baik. Namun untuk lebih maju, para pelaku UMKM bukan hanya sekadar tahu dan mengikuti teknologi. Lebih dari itu para pelaku UMKM juga harus berani mengubah pola pikir.

“Ini masa transformasi digital dan reformasi teknologi, ada banyak hal yang tidak bisa kita ubah otomatis pola pikir sama pandangan kita lah yang harus berubah. Jangan mau ketinggalan, ayo belajar, mendengar, dan berinovasi. Mari kita berdamai dengan teknologi” ujarnya.

Jual Produk ke Luar Negeri Tak Perlu Repot dengan Program Ekspor Shopee

Umkmexpo.com, SOLO— Salah satu cara untuk mendorong usaha mikro kecil menengah (UMKM) naik kelas adalah dengan ekspor. Memahami kebutuhan itu, Shopee menyediakan fitur khusus untuk memudahkan UMKM melakukan ekspor produknya dengan mudah dan tidak ribet.

Hal ini terungkap dalam webinar UMKM Virtual Expo sesi ke-14 yang digelar Selasa (29/6/2021) dengan tema Meningkatkan Penjualan dan Omzet Bisnis Melalui Kampus UMKM Shopee Ekspor. Kegiatan hasil kerja sama Bank Indonesia (BI), Solopos, dan sejumlah pihak ini menghadirkan Brq Dias Bahary Adhitama dari Tim SME Development Shopee sebagai pembicara.

Dias menjelaskan, selama ini biasanya produsen termasuk UMKM merasakan sejumlah kendala untuk mengekspor produknya. Kendala itu antara lain perbedaan bahasa, jasa kirim ke luar negeri, serta pembayaran dan penyesuaian harga produk. Masalah-masalah ini bisa diselesaikan oleh program ekspor Shopee yang memungkinkan seller menjual produk ke luar negeri dan memperluas bisnis dengan cara yang mudah dan murah bahkan gratis.

“Pengiriman produk ke luar negeri dan pelayanan pembeli luar negeri akan diproses oleh Shopee, termasuk untuk penetuan harga, seller tak perlu mengubah dari rupiah ke mata uang lain. Shopee akan menyesuaikan harga yang muncul di toko Anda di luar negeri dengan mata uang di negara tersebut, termasuk biaya ongkos kirim dan lainnya. Semua sudah dilakukan oleh sistem shopee,” ujar Dias.

Ketentuan Ekspor Shopee

Saat ini, menurut Dias, program ekspor Shopee menjangkau sedikitnya enam negara, yakni Singapura, Malaysia, Filipina, Thailand, Vietnam, dan Brasil. Selain itu, keuntungan menggunakan fitur Ekspor Shopee antara lain adalah fitur ini gratis alias tanpa biaya tambahan apapun. “Jadi biaya pengiriman produk ke luar negeri akan ditanggung oleh Shopee,” ujar Dias.

Menggunakan fasilitas ekspor Shopee juga sangat mudah karena penjual memproses pesanan ekspor seperti memproses pesanan dari dalam negeri.

Namun tidak semua seller bisa langsung melakukan ekspor melalui fitur Ekspor Shopee. Seller harus memenuhi sejumlah kriteria yang ditetapkan Shopee, antara lain toko memiliki minimal satu produk aktif dengan stok minimal dua. Toko memiliki akumulasi poin penalti kurang dari 3, toko telah aktif paling tidak selama 3 bulan atau lebih, toko memiliki tingkat pembatalan pesanan kurang dari 3% selama 90 hari terakhir.

Ketentuan lain adalah toko menjual produk yang tidak termasuk dalam daftar produk yang dilarang untuk dijual di luar negeri. Toko juga harus mengaktifkan jasa kirim Shopee Express Standard, JNE Reguler, J&T Express, SiCepat REG, ID Express, Anteraja, atau Ninja Xpress. Untuk mengikuti program Ekpsor Shopee, penjual bukan merupakan dropshipper. Penjual juga tidak memiliki riwayat pesanan yang tidak wajar, kejanggalan pada aktivitas akun, atau penyalahgunaan program lainnya untuk kepentingan pribadi.

Untuk memberi gambaran lebih jelas kepada para peserta UMKM Virtual Expo, Dias juga menjelaskan alur operasional penjual di program Ekspor Shopee. Diawali dengan pembeli checkout, kemudian pesanan dibayar pembeli di luar negeri kemudian barang perlu dikirim oleh penjual ke gudang Shopee. Setelah sampai di gudang Shopee barang akan siap dikirim ekspor atau kepada pembeli di luar negeri. Selanjutnya dana akan dilepas ke saldo penjual.

Pada kesempatan itu, Dias juga menawarkan kepada para peserta untuk mengikuti pelatihan di Kampus UMKM Shopee yang kini telah ada di Solo. Di tempat itu, para pengelola UMKM juga bisa memanfaatkan fasilitas mulai foto produk hingga live streaming. Fasilitas-fasilitas itu bisa dimanfaatkan masyarakat umum, asalkan sesuai ketentuan dan melakukan konfirmasi kepada customer service terlebih dahulu.

Dias juga memberikan semangat kepada para peserta untuk terus bergerak dan maju. “Tetap semangat dengan terus amati, tiru dan modifikasi. Di samping itu juga lakukan analisis pasar sehingga produk kita akan memiliki daya saing,” ujar Dias.

Konten Atraktif Kunci Meningkatkan Trafik Jualan di Shopee

Umkmexpo.com, SOLO– Berjualan secara online saat ini seolah menjadi kebutuhan bagi pedagang atau produsen. Namun untuk memenangkan persaingan yang semakin ketat di platform digital, penjual online atau seller perlu mengetahui tips dan trik membuat konten kreatif.

Hal itu dibahas dalam Webinar Sesi ke-13 UMKM Virtual Expo bertema Story Telling dan Foto Produk yang Menarik untuk Pemasaran yang menghadirkan di E-Commerce pada Kamis (24/6/2021).

Seminar virtual kerja sama Bank Indonesia (BI), Solopos, dan sejumlah pihak ini menghadirkan Brq Dias Bahary Adhitama dari Tim SME Development Shopee sebagai pembicara.

Pada kesempatan itu, Dias menjelaskan alasan mengapa seller harus merambah penjualan online. Menurutnya, potensi pasar online Tanah Air sangat besar.

Bahkan pasar online Indonesia menguasai 60 persen e-commerce dari keseluruhan pasar di Asia Tenggara. Menurut Dias pertumbuhan pengguna produk digital selama pandemi Covid-19 membuat akses e- commerce meningkat pesat.

“Valuasi pasar e-commerce di Asia Tenggara diproyeksikan mencapai Rp2.200 triliun pada tahun 2025,” ujar dia. Penduduk Indonesia saat ini mencapai 270,2 juta, dengan dominasi kaum milenial dan Gen Z sebagai generasi online.

Perinciannya, penduduk milenial 69,38 juta dan 76 persennya pengguna Internet. Sedangkan Gen Z sebanyak 74,93 juta dengan pengguna Internet 65 persen. Tingkat konsumsi milenial dan Gen Z melalui akses e-commerce 26 persen.

Memaksimalkan Content Marketing

Dias lantas menjelaskan tren marketing tahun 2021, di mana marketing lebih berfokus pada interaksi, relasi, dan engagement. Hal ini bisa dilakukan dengan berbagai cara antara lain flywheel marketing yakni memanfaatkan kepuasaan pembeli untuk menarik pembelian.

Selanjutnya dengan memaksimalkan content marketing dengan membuat dan menyebarkan konten menarik, relevan dan konsisten, fokus konten, serta video dan virtual interfaces. Seller juga bisa memanfaatkan nano dan mikro influencer.

“Belum tentu influencer yang memiliki banyak pengukit bisa membantu meningkatkan penjualan. Namun influencer dengan jumlah pengikut lebih rendah bisa lebih efektif membantu peningkatan penjualan produk kita karena influencer itu lebih spesifik dalam menawarkan produk,” jelas Dias.

Hal itu bisa diterapkan ketika para seller menggunakan media sosial untuk meningkatkan pemasaran. Media sosial juga memberi pengaruh signifikan terhadap bisnis di e-commerce. Para seller bisa mendapatkan sejumlah keuntungan seperti jangkauan audiens yang luas, memperluas kegiatan di rumah saja, hingga meningkatkan trafik di e-commerce termasuk Shopee.

Dias pun mengungkap tentang konten-konten yang atraktif untuk menarik trafik yang akhirnya dapat meningkatkan penjualan di e-commerce khususnya Shopee.

Menurutnya, setidaknya ada empat jenis konten atraktif untuk pembeli yakni edutainment, konten video/live, personalisasi-partisipasi pembeli, serta brand purpose.

Konten edutainment menurut Dias adalah konten yang memberikan pengetahuan baru bagi pembeli dengan cara yang menyenangkan seperti membagikan tips dan trik, tutorial, hingga story sharing.

“Sedangkan konten video atau live bisa dilakukan dengan cara berinteraksi dengan calon pembeli melalui kelas online, live promotion hingga video produk,” ujarnya.

Sementara konten personalisasi bisa dilakukan dengan melibatkan pembeli dalam pengambilan keputusan bisnis, seperti dengan open Q&A, membagikan testimoni, hingga melakukan voting.

Sedangkan konten brand purpose bisa dilakukan dengan membagikan value bisnis kepada calon pembeli. Selain itu juga membagikan kegiatan atau aksi nyata untuk value seperti melakukan kegiatan sosial.

Dias juga mengungkap bahwa seller di Shopee bisa memaksimalkan pemasaran baik secara internal maupun eksternal. “Penjual bisa memaksimalkan fitur promosi Shopee untuk pemasaran seperti iklan Shopee, promo toko, Shopee Live, Shopee feed, voucher toko, hingga flash sale toko,” jelas Dias.

Sementara pemasaran eksternal di luar Shopee antara lain bisa dilakukan dengan memaksimalkan SEO (search engine optimization) dan SEM (search engine marketing. Selain itu seller juga bisa menggunakan online advertising dan memanfaatkan forum atau situs review.

Bidik Pasar Milenial dan Generasi Z, Jualan Online Harus Cerdik

Umkmexpo.com, SOLO--Kondisi pandemi Covid-19 yang membatasi mobilitas masyarakat, membuat para pedagang harus cerdas menjual dagangannya.

Salah satu metode penjualan yang relevan dan kini ramai dilakukan yaitu dengan sistem online memanfaatkan berbagai media sosial. Namun tentu berjualan online tidak lah mudah. Diperlukan kecerdasan agar dagangan laris manis.

Webinar Sesi 12 UMKM Sukses Digital bertema Story Telling dan Foto Produk yang Menarik untuk Pemasaran di E-Commerce pada Selasa (22/6/2021) membedah cara mempromosikan produk agar sukses menarik perhatian para pembeli.

Konten Unik dan Kreatif

Seminar virtual kerja sama Bank Indonesia (BI), Solopos, dan sejumlah pihak ini menghadirkan Brq Dias Bahary Adhitama dari Tim SME Development Shopee sebagai pembicara. Dia Menjelaskan besarnya potensi pasar online Tanah Air.

Bahkan pasar online Indonesia menguasai 60 persen e-commerce dari keseluruhan pasar di Asia Tenggara. Menurut Dias pertumbuhan pengguna produk digital selama pandemi Covid-19 membuat akses e- commerce meningkat pesat.

“Bahkan valuasi pasar e- commerce di Asia Tenggara diproyeksikan mencapai Rp2.200 triliun pada tahun 2025,” ujar dia. Penduduk Indonesia saat ini mencapai 270,2 juta, dengan dominasi kaum milenial dan Gen Z sebagai generasi online.

Perinciannya, penduduk milenial 69,38 juta dan 76 persennya pengguna Internet. Sedangkan Gen Z sebanyak 74,93 juta dengan pengguna Internet 65 persen. Tingkat konsumsi milenial dan Gen Z melalui akses e-commerce 26 persen.

Dengan memanfaatkan berbagai media sosial, menurut Dias pedagang online bisa mendapatkan sejumlah keuntungan. Seperti jangkauan audiens yang luas, memperluas kegiatan di rumah saja, hingga meningkatkan trafik di Shopee.

Namun Dias menggarisbawahi pentingnya cerdik dalam menggelar lapak atau berjualan di media sosial. Selain dengan memanfaatkan platform media sosial yang tepat, pedagang harus bisa menyajikan konten yang unik dan kreatif.

Tujuannya untuk menarik perhatian pasar, sehingga diharapkan terjadi transaksi jual beli. Konten promosi harus atraktif dengan mengandung aspek edutainment, konten video/live, personalisasi-partisipasi pembeli, dan brand purpose.

Penting, Ini Tips Mendapatkan Review Bagus dari Pembeli di Tokopedia

Umkmexpo.com, SOLO– Review pembeli sangat menentukan performa toko online di e-commerce, termasuk di Tokopedia. Untuk itu seller harus menjaga dan meningkatkan performa toko online agar terus mendapatkan review yang bagus dari pembeli.

“Di Tokopedia review pembeli ditunjukkan dengan parameter bintang dari satu hingga lima. Pembeli biasanya akan memilih toko dengan bintang 4 ke atas. Toko dengan bintang di bawah itu, biasanya akan jarang dijamah pembeli,” ujar Senior Kebijakan Publik dan Hubungan Pemerintah Tokopedia, Nursida Yaru dalam UMKM Virtual Expo sesi ke-11, dengan tema Maksimalkan Fitur-Fitur Pemasaran yang Tersedia di Tokopedia untuk Meningkatkan Performa Tokomu, Kamis (17/6/2021).

Lebih lanjut perempuan yang akrab disapa Ida itu menjelaskan untuk mendapatkan review yang bagus dari pembeli, seller harus memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan.

Ada beberapa hal yang harus dilakukan seller membalas chat pembeli dengan cepat, mengirimkan barang sesuai pesanan, menjaga kualitas barang, teliti dalam mengecek pesanan, mengemas pesanan dengan baik, hingga memberikan promo.

Dalam kegiatan yang diprakarsai Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan (KPw) Solo itu dan Solopos itu Ida menjelaskan, untuk meningkatkan pelayanan baik kepada pembeli tersebut seller bisa memanfaatkan fitur-fitur pemasaran di Tokopedia.

Ida menjelaskan tiga fitur di Tokopedia yang bisa dipakai seller untuk meningkatkan performa toko online. Fitur pertama adalah fitur bebas ongkir sepuasnya. Fitur ini menyediakan bebas ongkir hingga Rp20.000 untuk pembeli dalam pulau yang sama dan bebas ongkir hingga Rp40.000 untuk pembeli antarpulau.

Flash Sale

Fitur kedua adalah Fitur Dekorasi Toko, yang memfasilitasi seller untuk menampilkan promo dan produk andalan agar mudah dipilih. Selanjutnya ada fitur voucher toko untuk memberikan cash back atau gratis ongkir sesuai anggaran.

“Untuk bisa memanfaatkan fitur-fitur tersebut, sebelumnya seller harus menjadi power merchant. Cara menjadi power merchant, seller cukup melakukan verikasi akun dengan kartu identitas seperti KTP dan melakukan foto selfie,” jelas Ida.

Fitur dekorasi toko itu penting meningkatkan performa toko di Tokopedia karena memilih sejumlah manfaat. Fitur ini bisa digunakan untuk memperindah tampilan halaman toko online dengan menggunakan banner, gambar, video, dan voucher toko.

“Dengan dekorasi toko akan membuat tampilan toko lebih menarik dan beda dengan toko lain. Pembeli juga akan lebih tertarik dengan melihat promo dan produk unggulan terkini. Selain itu, dengan dekorasi akan membuat kesan toko menjadi lebih istimewa dan mudah diingat pembeli,” jelas Nursida.

Selain itu, Nursida juga menjelaskan sejumlah manfaat voucher toko yang bisa dibuat sesuai budget yang dimiliki seller. Voucher toko memiliki sejumlah keuntungan antara lain seller dapat memilih promo yang sesuai profil mereka dan dapat dipasang sesuai target pembeli. Seller juga dapat mengatur jumlah budget dan waktu promosinya sendiri. Seller juga bisa men-download voucher dan membagikannya melalui media sosial.

Pada kesempatan itu Ida juga menjawab pertanyaan peserta yang menanyakan cara-cara untuk ikut flash sale di Tokopedia.

“Untuk ikutan flash sale memang dipilih dari tim Tokopedia, biasanya kami juga melihat performa toko yang penjualan bagus, selalu aktif, sudah power merchant, produknya ready dan packaging harus aman,” ujar Ida.

Nursida juga memberikan tips dan cara agar seller pemula bisa terus semangat dan berkembang antara lain dengan memanfaatkan pusat edukasi seller tokopedia. Selain itu seller juga bisa bergabung dengan komunitas Keluarga Tokopedia di Facebook.

“Untuk sukses berjualan di Tokopedia yang penting terus belajar dan jangan mudah patah semangat,” ujar Ida.

Maksimalkan Fitur-Fitur Pemasaran, Tingkatkan Penjualan di Tokopedia

Umkmexpo.com, SOLO–Untuk meningkatkan performa toko online yang berdampak pada peningkatan penjualan, seller harus memahami fitur-fitur pemasaran di e-commerce tersebut.

Senior Kebijakan Publik dan Hubungan Pemerintah Tokopedia, Nursida Yaru mengatakan kunci penting agar toko online sukses adalah memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan.

“Komponen awal untuk memulai toko online sudah dibahas pada materi sebelumya seperti memasang visual yang bagus dan deskripsi yang jelas. Langkah selanjutnya bagaimana memaksimalkan layanan kepada pembeli dengan memanfaatkan fitur-fitur yang ada di Tokopedia,” ujar Nursida saat mengisi materi UMKM Virtual Expo sesi ke-10, Selasa (15/6/2021) dengan tema Maksimalkan Fitur-Fitur Pemasaran yang Tersedia di Tokopedia untuk Meningkatkan Performa Tokomu.

Dalam kegiatan yang diprakarsai Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan (KPw) Solo itu, Nursida menjelaskan, beberapa tips bisa dilakukan seller untuk memaksimalkan layanan toko online di Tokopedia. Tips-tips itu antara lain membalas chat pembeli dengan cepat, mengirimkan barang sesuai pesanan, menjaga kualitas barang, teliti dalam mengecek pesanan, mengemas pesanan dengan baik, hingga memberikan promo.

Pada kesempatan itu Nursida menjelaskan tiga fitur di Tokopedia yang bisa dipakai seller untuk meningkatkan performa toko online. Fitur pertama adalah fitur bebas ongkir sepuasnya. Fitur ini menyediakan bebas ongkir hingga Rp20.000 untuk pembeli dalam pulau yang sama dan bebas ongkir hingga Rp40.000 untuk pembeli antarpulau.

Fitur kedua adalah Fitur Dekorasi Toko, yang memfasilitasi seller untuk menampilkan promo dan produk andalan agar mudah dipilih. Selanjutnya ada fitur voucher toko untuk memberikan cash back atau gratis ongkir sesuai anggaran.

Komunitas Seller

Untuk bisa memanfaatkan fitur-fitur tersebut, sebelumnya seller harus menjadi power merchant. “Cara menjadi power merchant, seller cukup melakukan verikasi akun dengan kartu identitas seperti KTP dan melakukan foto selfie,” jelas Nursida.

Pada kesempatan itu Nursida juga menjelaskan tentang manfaat menggunakan fitur dekorasi toko. Fitur ini bisa digunakan untuk memperindah tampilan halaman toko online dengan menggunakan banner, gambar, video, dan voucher toko.

“Dengan dekorasi toko akan membuta tampilan toko lebih menarik dan beda dengan toko lain. Pembeli juga akan lebih tertarik dengan melihat promo dan produk unggulan terkini. Selain itu, dengan dekorasi akan membuat kesan toko menjadi lebih istimewa dan mudah diingat pembeli,” jelas Nursida.

Selain itu, Nursida juga menjelaskan sejumlah manfaat voucher toko yang bisa dibuat sesuai budget yang dimiliki seller. Voucher toko memiliki sejumlah keuntungan antara lain seller dapat memilih promo yang sesuai profil mereka dan dapat dipasang sesuai target pembeli. Seller juga dapat mengatur jumlah budget dan waktu promosinya sendiri. Seller juga bisa men-download voucher dan membagikannya melalui media sosial.

Nursida juga memberikan tips dan cara agar seller pemula bisa terus semangat dan berkembang antara lain dengan memanfaatkan pusat edukasi seller tokopedia.

“Bapak dan Ibu juga bisa bergabung di komunitas seller di Facebook, yaitu Keluarga Tokopedia. Di situ para seller bisa bertemu, saling sharing, serta berbagi tips. Biasanya para seller yang sukses juga suka berbagi ilmu bahkan ada juga yang suka berbagi hadiah,” ujarnya.

UMKM Virtual Expo: Semua Bisa Sukses Berjualan di Tokopedia, Asal..

Umkmexpo.com, SOLO– Membuka toko online berjualan di e-commerce seperti Tokopedia menjadi salah satu pilihan tepat bagi usaha mikro kecil menengah (UMKM) untuk naik kelas.

Mengapa harus membuka toko online? Hal ini karena kebutuhan masyarakat untuk belanja online semakin meningkat apalagi di era pandemi Covid-19 seperti saat ini.

Demikian diungkapkan Senior Public Policy and Goverment Relation Tokopedia, Awe Tsamma saat pelatihan UMKM Virtual Expo 2021 yang digelar Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan (KPw) Solo dan Solopos, Kamis (10/6/2021).

“Saat ini sekitar 143 juta orang di Indonesia terhubung dengan Internet. Dari angka itu sekitar 70% lebih sering berbelanjar online daripada offline. Sekitar 83% biasanya ke toko offline hanya melihat-lihat saja kemudian belanjanya secara online,” jelas Awe.

Selanjutnya Awe juga menjelaskan, UMKM bisa membuka toko online di Tokopedia karena sebagai e-commerce. Menrutnya, Tokopedia sangat corncern terhadap UMKM, terbukti sebagian besar merchant di Tokopedia adalah UMKM lokal. “UMKM harus menguasai pasar dalam negeri karena potensinya sangat besar,” ujar Awe.

Siapa bisa membuka toko dan sukses berjualan di Tokopedia, asal tahu cara dan tipsnya. Awalnya, kita harus memiliki akun sebagai pembeli di Tokopedia. Selanjutnya membuka fitur “Klik Buka Toko Gratis” dan mengikuti petunjuk yang diberikan seperti mengisi nama toko, dan memasukkan alamat lengkap toko.

Setelah memiliki toko online di Tokopedia, seorang seller harus memperhatikan sejumlah hal antara lain, menggunakan nama produk yang tepat, gunakan foto produk yang menarik, tulis deskripsi produk secara tepat, tetapkan harga produk yang kompetitif, dan upgrade toko menjadi power merchant.

Foto Menarik

Terkait nama produk Awe menyarankan agar mennggunakan nama toko yang menarik, simpel, dan mudah diingat. “Sebelum membuat nama toko sebaiknya dipikirkan baik-baik, karena tidak bisa diubah. Kalaupun bisa diganti hanya bisa sekali dan prosesnya agak panjang,” ujarnya.

Selanjutnya, seller harus menjaga dan mengembangkan toko dengan memasang foto-foto yang menarik. Seller sebaiknya foto yang bagus dan berkualitas baik, meskipun tidak harus menggunakan kamera mahal.

Dia juga mencontohkan toko online fashion bisa menggunakan manekin atau model anggota keluarga. “Yang penting jangan sampai foto tersebut tidak menonjolkan modelnya tapi produknya,” ujar Awe.

Selanjutnya, hal penting lain harus diperhatikan seller untuk menarik penjual adalah menuliskan deskripsi produk secara detail dan menarik.Deskripsi produk itu, menurut Awe, berkaitan dengan nama produk, jenis produk, ukuran, hingga manfaat produk bisa dijelaskan secara detail.

Dia juga menjelaskan, ada beberapa hal yang sebaiknya dihindarai saat penamaan produk antara lain salah memasukkan kategori produk, penamaan produk kurang lengkap, menggunakan kata kunci berlebihan/spamming, menggukan singkatan, dan typo.

Sementara, terkait penentuan harga produk, Awe menyarankan agar UMKM di Tokopedia memberikan harga yang kompetitif. Awe juga menekankan agar seller tetap mengutamakan kualitas.

Dia pun memberikan sejumlah tips untuk menentukan harga di Tokopedia, antara lain bandingkan dengan kompetitor yang menjual produk yang sama. Selain itu seller juga bisa menawarkan bundle pricing atau menawarkan harga yang murah bila customer membeli dalam jumlah besar.

Di samping itu, untuk mendampingi seller untuk semakin tumbuh dan berkembang, Tokopedia juga menyediakan fitur-fitur layanan yang bisa dimanfaatkan seperti Tokopedia media sosial seller, Tokopedia Obrolan Seller, dan Tokopedia Youtube Channel. Pada kesempatan itu, Awe juga sempat mereview beberapa tampilan toko online milik peserta pelatihan UMKM Virtual Expo.