Pendaftaran UMKM Virtual Expo Masih Dibuka Lho! Sampai 5 April 2021

Umkmexpo.com, SOLO – Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Soloraya masih punya kesempatan sekitar dua pekan atau hingga 5 April untuk mendaftar UMKM Virtual Expo 2021.

Ajang pelatihan sekaligus pemilihan UMKM terbaik dalam berbisnis online ini bakal digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia Solo (KPw BI Solo) bersama Solopos Group hingga November 2021.

Dalam event ini, penyelenggara UMKM Virtual Expo 2021 akan memilih 50 UMKM peserta.

Sebanyak 50 UMKM itu akan dibagi dalam dua kelas untuk mengikuti pelatihan pada 20 April hingga 29 Juni 2021. Berbagai pelatihan akan membuat 50 UMKM peserta siap terjun di bisnis online.

Tak cukup sampai di situ, setelah terjun ke bisnis online, puluhan peserta akan didampingi untuk langsung berjualan secara online selama lima bulan.

Hai UMKM Soloraya, Begini Syarat dan Cara Daftar UMKM Virtual Expo 2021

“Ini benar-benar kesempatan bagus yang sangat sayang dilewatkan. Jika Anda UMKM dan ingin mengembangkan usaha, khususnya dalam digital atau online, Anda harus mendaftar. Kesempatan mendaftar masih dibuka hingga 5 April 2021 atau sekitar dua pekan lagi,” kata Direktur Bisnis Solopos Group, Suwarmin, kepada Solopos.com, Selasa (23/3/2021).

Selain menyediakan berbagai fasilitas dan pelatihan yang keren, ajang UMKM Virtual Expo 2021 juga memberi kesempatan UMKM terbaik memboyong hadiah.

Pengumuman pemenang akan dilakukan pada November 2021 atau setelah seluruh rangkaian event ini selesai.

Berdasarkan data panitia UMKM Virtual Expo 2021, jumlah pendaftar ajang ini telah mencapai hampir 250 UMKM. Artinya, ada 200-an UMKM akan akan tersingkir alias tidak terpilih sebagai peserta karena hanya ada 50 peserta.

Meski demikian, KPw BI Solo memastikan kegiatan ini bukan satu-satunya. Ada beberapa kegiatan pengembangan UMKM yang digagas KPw BI Solo.

Beberapa acara sudah berjalan dan ada yang akan berjalan. Kegiatan UMKM Virtual Expo 2021 sendiri adalah bagian dari road to Kenduren UMKM.

Ingin Dapat Ilmu, Minat Pendaftar UMKM Virtual Expo 2021 Luar Biasa

Kenduren UMKM merupakan salah satu strategi dan upaya KPw BI Solo untuk mendukung pengembangan UMKM agar memiliki daya saing dan bisa menjadi salah satu sumber pertumbuhan ekonomi baru.

Sementara itu, untuk sampai kepada pemenang, peserta UMKM Virtual Expo 2021 akan melalui sejumlah tahapan. Mulai dari pendaftaran, pelatihan secara virtual, hingga pengumuman pemenang.

Apa saja tahapan tersebut? Berikut daftarnya:

Pendaftaran hingga 5 April 2021

Verifikasi pendaftar : 6-9 April 2021

Pengumuman peserta lolos seleksi : 12 April 2021

Pelatihan : 20 April–29 Juni 2021

Launching ke marketplace : Juli 2021

Monitoring dan evaluasi : Juli–November 2021

Pengumuman Pemenang: November 2021.

Hai UMKM Soloraya, Begini Syarat dan Cara Daftar UMKM Virtual Expo 2021

Umkmexpo.com, SOLO — Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Solo bersama Solopos Group mengundang pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk bergabung dalam UMKM Virtual Expo 2021.

UMKM Virtual Expo kali ini lebih segmented dan dibarengi pendampingan kepada peserta. Masa pendampingan berjualan online dilakukan selama lima bulan sehingga diharapkan UMKM peserta benar-benar mahir berjualan online.

UMKM Virtual Expo 2021 akan menjaring 50 peserta yang merupakan para pelaku UMKM Soloraya. Ada sebanyak empat syarat yang harus dipenuhi calon peserta agar bisa terpilih menjadi peserta.

Pertama, pelaku UMKM peserta kegiatan ini harus menjalankan usaha di wilayah Soloraya. Sebagai informasi, Soloraya mencakup tujuh kabupaten/kota di wilayah eks-Karesidenan Surakarta yaitu Kota Solo, Kabupaten Sukoharjo, Karanganyar, Sragen, Wonogiri, Klaten, dan Boyolali.

Syarat kedua, peserta adalah UMKM yang memproduksi barang. Dengan kata lain, penyelenggara tidak akan memilih UMKM yang menyediakan jasa.

Syarat berikutnya, peserta UMKM Virtual Expo 2021 harus sudah usaha minimal enam bulan. Syarat keempat atau terakhir, calon peserta bersedia mengikuti proses pelatihan dan pendampingan.

Proses pelatihan bakal berlangsung selama dua bulan dan pendampingan selama lima bulan. Artinya, UMKM peserta UMKM Virtual Expo 2021 harus tetap mengikuti program ini hingga November 2021.

Kepala Perwakilan BI Solo, Nugroho Joko Prastowo, mengatakan dengan menjadi peserta UMKM Virtual Expo 2021, dirinya berkeyakinan UMKM mampu meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk baik di level nasional maupun global.

“UMKM Virtual Expo 2021 diharapkan dapat meng-upgrade keterampilan dan pengetahuan pelaku UMKM dalam memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan omzetnya. Selain itu, business matching berupa fasilitasi akses keuangan dan akses pemasaran kepada potential buyer dalam kegiatan ini juga diharapkan dapat mendorong UMKM bangkit dan berinovasi,” ungkap dia belum lama ini.

Direktur Bisnis Solopos Group, Suwarmin, mengajak UMKM Soloraya memanfaatkan ajang ini untuk membuat bisnis mereka mendunia, sesuai dengan tagline Soloraya Berdigital Go Global.

“Di masa pandemi, mau tidak mau UMKM harus masuk ke pasar online. Jadi UMKM Soloraya jangan sia-siakan kesempatan berharga ini. Karena di kegiatan ini banyak ilmu bermanfaat dan ada pendampingan. Kegiatan ini juga bisa diikuti secara gratis,” ujar dia,

Para pelaku UMKM di Soloraya bisa mendaftarkan diri menjadi peserta melalui link berikut. Pendaftaran dibuka pada 25 Februari hingga 5 April 2021.

Setelah tanggal tersebut, penyelenggara akan menyeleksi UMKM yang mendaftar dan mengumumkan 50 UMKM terpilih pada pertengahan April 2021.

Selanjutnya, selama 20 April-29 Juni 2021, 50 UMKM terpilih akan mengikuti kelas online dengan tema yang mendukung pengembangan usaha mereka. Lalu, pada Juli-November 2021 peserta mulai memasarkan produk di e-commerce.

Ingin Dapat Ilmu, Minat Pendaftar UMKM Virtual Expo 2021 Luar Biasa

Solopos.com, SOLO – Pendaftar UMKM Virtual Expo 2021 dengan tema “Soloraya Berdigital Go Global” membeludak. Bahkan hingga Rabu (24/2/2021), tercatat sudah ada 155 UMKM di Soloraya yang mendaftar ke panitia.

“Pelaku UMKM Soloraya seperti sudah menunggu kehadiran UMKM Virtual Expo 2021. Saat digelar pertama kali pesertanya juga cukup banyak. Semoga ini tren bagus perekekonomian Soloraya,” jelas Direktur Bisnis Solopos, Suwarmin.

UMKM Virtual Expo merupakan ajang pelatihan dan pendampingan bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Soloraya. Event ini adalah program kolaborasi Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Solo dan Solopos.

BI Solo dan Solopos mengundang para pelaku UMKM Soloraya untuk mendaftarkan usaha mereka. Sebanyak 50 UMKM terpilih akan mengikuti berbagai pelatihan dan pendampingan selama lima bulan.

Penyelenggara membuka pendaftaran UMKM Virtual Expo pada 22 Februari hingga 5 April 2021. Selanjutnya, akan dipilih 50 UMKM yang bakal mengikuti pelatihan secara online selama 2 bulan dilanjutkan pendampingan berjualan di marketplace selama 5 bulan.

Menurut Suwarmin, dengan membeludaknya pendaftar UMKM Expo Virtual 2021 menunjukan bahwa ada keinginan pelaku UMKM untuk tumbuh dan berkembang. Apalagi mereka bakal didampingi oleh mentor hingga memiliki toko sendiri di marketplace.

Membeludaknya minat pelaku UMKM di Soloraya, Suwarmin menduga karena mereka sudah menanti event ini digelar kembali. Bisa juga karena mereka mendengar dari pelaku UMKM yang sudah mengikuti UMKM Virtual Expo pertama pada 2020.

“Bisa jadi karena para pelaku UMKM membutuhkan ilmu dan saran serta pelatihan untuk kemajuan usaha mereka. Apalagi di era digital sekarang ini,” kata Suwarmin.

Kiprah Bank Indonesia

UMKM Virtual Expo 2021 adalah ajang pelatihan UMKM kedua yang digelar KPw BI Solo dan Solopos. Pada event perdana 2020, penyelenggara memberi pelatihan kepada 25 UMKM se-Soloraya.

Tahun ini, UMKM yang berkesempatan mengikuti pelatihan dan pendampingan sebanyak 50 UMKM. Jumlah tersebut naik dua kali lipat dibandingkan pada 2020.

Kepala Perwakilan BI Solo, Nugroho Joko Prastowo, menyampaikan event tahunan yang digelar secara daring ini merupakan salah satu kontribusi nyata BI dalam mendorong percepatan pemulihan UMKM.

UMKM memiliki peran strategis dalam perekonomian Indonesia terutama dalam penyerapan tenaga kerja. UMKM yang terbukti mampu bertahan dari guncangan krisis ekonomi, ternyata paling terdampak oleh pandemi Covid-19.

“Sejalan dengan program pemerintah untuk Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), BI berperan aktif dalam pengembangan UMKM terutama peningkatan kapasitas UMKM, baik di sisi produksi, akses pemasaran, digitalisasi sistem pembayaran, dan akses pembiayaan,” jelas Joko melalui rilis kepada Solopos.com, Jumat (19/2/2021).

UMKM Virtual Expo 2021 juga memberikan ruang fasilitasi dengan perbankan dan potential buyer sehingga akan memberi dampak positif langsung terhadap para peserta. Selain itu, ada pembimbingan dan evaluasi secara berkala terhadap UMKM yang terpilih masuk dalam program ini.

“Sebenarnya yang berminat tidak hanya pelaku UMKM Soloraya, namun dari luar daerah juga cukup banyak. Untuk itu rencananya kami akan membuatkan wadah bagi UMKM yang tidak tertampung dalam UMKM Virtual Expo 2021,” imbuh Suwarmin.

Suwarmin berharap UMKM yang terpilih bisa memanfaatkan untuk menimba ilmu dan bisa on boar di toko online. Juga tidak hanya berhentil di platform, namun memberikan inspirasi untuk UMKM yang lain.

UMKM Virtual Expo Kembali Digelar pada 2021, Sasar Lebih Banyak UMKM Soloraya

Umkmexpo.com, SOLO — Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Solo bersama Solopos Group kembali menggelar UMKM Virtual Expo pada 2021. Di tahun kedua ini, penyelenggara mengambil tema “Soloraya Berdigital Go Global”.

Berbeda dengan 2020, pada 2021 penyelenggaraan event ini lebih segmented dan dibarengi pendampingan kepada peserta yang terdiri atas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Soloraya.

Sebanyak 50 UMKM berkesempatan menjadi peserta UMKM Virtual Expo 2021 setelah melalui tahap penjaringan. Jumlah UMKM peserta tahun ini naik dua kali lipat dibandingkan peserta pada UMKM Virtual Expo 2020 yang hanya 25 UMKM.

Kepala Perwakilan BI Solo, Nugroho Joko Prastowo, menyampaikan event tahunan yang digelar secara daring ini merupakan salah satu kontribusi nyata BI dalam mendorong percepatan pemulihan UMKM yang memiliki peran strategis dalam perekonomian Indonesia terutama dalam penyerapan tenaga kerja.

UMKM yang terbukti mampu bertahan dari guncangan krisis ekonomi, ternyata paling terdampak oleh pandemi Covid-19.

“Sejalan dengan program pemerintah untuk Pemulihan Ekonomi Nasional [PEN], BI berperan aktif dalam pengembangan UMKM terutama peningkatan kapasitas UMKM, baik di sisi produksi, akses pemasaran, digitalisasi sistem pembayaran, dan akses pembiayaan,” jelas Joko, Jumat (19/2/2021).

Dia menambahkan dengan UMKM Virtual Expo 2021, BI berkeyakinan UMKM mampu meningkatkan nilai tambah dan daya saing produknya, baik di level nasional maupun global sehingga menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia.

Kegiatan ini merupakan rangkaian dari kegiatan yang dilaksanakan oleh KPw BI Solo dalam pengembangan UMKM. Sebelumnya Kantor Perwakilan Bank Indonesia se-Jawa Tengah bekerja sama dengan Dinas Koperasi UKM Provinsi Jawa Tengah telah melakukan fasilitasi sertifikasi halal kepada 500 UMKM se-Jawa Tengah, termasuk 100 UMKM dari wilayah Soloraya.

UMKM Virtual Expo 2021 diharapkan dapat meng-upgrade keterampilan dan pengetahuan pelaku UMKM dalam memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan omzetnya. Selain itu, business matching berupa fasilitasi akses keuangan dan akses pemasaran kepada potential buyer dalam kegiatan ini juga diharapkan dapat mendorong UMKM bangkit dan berinovasi,” ungkap dia lebih lanjut.

Program yang sepenuhnya berbasis digital ini sudah memasuki penyelenggaraan tahun kedua. Lewat ajang ini, KPw BI Solo bersama Solopos berupaya membantu UMKM di Soloraya meningkatkan transaksi penjualan mereka melalui e-commerce.

Sebanyak 50 UMKM peserta akan diajak mengikuti pelatihan daring dengan narasumber yang kompeten di bidangnya. Peserta UMKM juga dibantu cara memajang produk-produknya di marketplace.

UMKM Virtual Expo 2021 juga memberikan ruang fasilitasi dengan perbankan dan potential buyer sehingga akan memberi dampak positif langsung terhadap para peserta. Selain itu, ada pembimbingan dan evaluasi secara berkala terhadap UMKM yang terpilih masuk dalam program ini.

Untuk menjadi peserta UMKM Virtual Expo 2021, pelaku UMKM harus menjalankan usaha di wilayah Soloraya, memproduksi barang, telah menjalankan usaha minimal enam bulan, dan bersedia mengikuti proses pelatihan dan pendampingan.

Bagi 50 pendaftar yang terpilih menjadi peserta UMKM Virtual Expo akan mendapatkan fasilitas pelatihan dan pendampingan. Khusus untuk peserta terbaik berhak mendapatkan uang pembinaan yang dapat digunakan untuk menambah modal usaha.

Para pelaku UMKM di Soloraya bisa mendaftarkan diri menjadi peserta melalui link berikut. Pendaftaran dibuka pada 25 Februari hingga 5 April 2021.

Setelah tanggal tersebut, penyelenggara akan menyeleksi UMKM yang mendaftar dan mengumumkan 50 UMKM terpilih pada pertengahan April 2021.

Selanjutnya, selama 20 April-29 Juni 2021, 50 UMKM terpilih akan mengikuti kelas online  dalam UMKM Virtual Expo 2021 dengan tema yang mendukung pengembangan usaha mereka.

“Di antaranya ada pelatihan tentang cara mengakses kredit, cara mengoptimalkan dagang di e-commerce, cara membuat foto produk yang keren untuk jualan, dan sebagainya,” kata Direktur Bisnis Solopos Group, Suwarmin.

Di pengujung program ini, penyelenggara akan mengawal 50 peserta UMKM Virtual Expo 2021 berjualan di e-commerce selama lima bulan. Pada periode tersebut pelaku UMKM diajak mempraktikkan ilmu yang mereka peroleh selama pelatihan virtual.

Harapannya, pelatihan selama dua bulan yang telah berjalan membuat bisnis 50 UMKM ini berkembang pesat.

“Kami juga melakukan evaluasi, apakah peserta sudah menerapkan semua yang diajarkan saat pelatihan. Kalau belum maksimal hasilnya, misalnya pada bulan pertama, ya kita perbaiki di bulan berikutnya karena ada waktu lima bulan,” urai dia.