UMKM Virtual Expo Kembali Digelar pada 2021, Sasar Lebih Banyak UMKM Soloraya

Umkmexpo.com, SOLO — Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Solo bersama Solopos Group kembali menggelar UMKM Virtual Expo pada 2021. Di tahun kedua ini, penyelenggara mengambil tema “Soloraya Berdigital Go Global”.

Berbeda dengan 2020, pada 2021 penyelenggaraan event ini lebih segmented dan dibarengi pendampingan kepada peserta yang terdiri atas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Soloraya.

Sebanyak 50 UMKM berkesempatan menjadi peserta UMKM Virtual Expo 2021 setelah melalui tahap penjaringan. Jumlah UMKM peserta tahun ini naik dua kali lipat dibandingkan peserta pada UMKM Virtual Expo 2020 yang hanya 25 UMKM.

Kepala Perwakilan BI Solo, Nugroho Joko Prastowo, menyampaikan event tahunan yang digelar secara daring ini merupakan salah satu kontribusi nyata BI dalam mendorong percepatan pemulihan UMKM yang memiliki peran strategis dalam perekonomian Indonesia terutama dalam penyerapan tenaga kerja.

UMKM yang terbukti mampu bertahan dari guncangan krisis ekonomi, ternyata paling terdampak oleh pandemi Covid-19.

“Sejalan dengan program pemerintah untuk Pemulihan Ekonomi Nasional [PEN], BI berperan aktif dalam pengembangan UMKM terutama peningkatan kapasitas UMKM, baik di sisi produksi, akses pemasaran, digitalisasi sistem pembayaran, dan akses pembiayaan,” jelas Joko, Jumat (19/2/2021).

Dia menambahkan dengan UMKM Virtual Expo 2021, BI berkeyakinan UMKM mampu meningkatkan nilai tambah dan daya saing produknya, baik di level nasional maupun global sehingga menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia.

Kegiatan ini merupakan rangkaian dari kegiatan yang dilaksanakan oleh KPw BI Solo dalam pengembangan UMKM. Sebelumnya Kantor Perwakilan Bank Indonesia se-Jawa Tengah bekerja sama dengan Dinas Koperasi UKM Provinsi Jawa Tengah telah melakukan fasilitasi sertifikasi halal kepada 500 UMKM se-Jawa Tengah, termasuk 100 UMKM dari wilayah Soloraya.

UMKM Virtual Expo 2021 diharapkan dapat meng-upgrade keterampilan dan pengetahuan pelaku UMKM dalam memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan omzetnya. Selain itu, business matching berupa fasilitasi akses keuangan dan akses pemasaran kepada potential buyer dalam kegiatan ini juga diharapkan dapat mendorong UMKM bangkit dan berinovasi,” ungkap dia lebih lanjut.

Program yang sepenuhnya berbasis digital ini sudah memasuki penyelenggaraan tahun kedua. Lewat ajang ini, KPw BI Solo bersama Solopos berupaya membantu UMKM di Soloraya meningkatkan transaksi penjualan mereka melalui e-commerce.

Sebanyak 50 UMKM peserta akan diajak mengikuti pelatihan daring dengan narasumber yang kompeten di bidangnya. Peserta UMKM juga dibantu cara memajang produk-produknya di marketplace.

UMKM Virtual Expo 2021 juga memberikan ruang fasilitasi dengan perbankan dan potential buyer sehingga akan memberi dampak positif langsung terhadap para peserta. Selain itu, ada pembimbingan dan evaluasi secara berkala terhadap UMKM yang terpilih masuk dalam program ini.

Untuk menjadi peserta UMKM Virtual Expo 2021, pelaku UMKM harus menjalankan usaha di wilayah Soloraya, memproduksi barang, telah menjalankan usaha minimal enam bulan, dan bersedia mengikuti proses pelatihan dan pendampingan.

Bagi 50 pendaftar yang terpilih menjadi peserta UMKM Virtual Expo akan mendapatkan fasilitas pelatihan dan pendampingan. Khusus untuk peserta terbaik berhak mendapatkan uang pembinaan yang dapat digunakan untuk menambah modal usaha.

Para pelaku UMKM di Soloraya bisa mendaftarkan diri menjadi peserta melalui link berikut. Pendaftaran dibuka pada 25 Februari hingga 5 April 2021.

Setelah tanggal tersebut, penyelenggara akan menyeleksi UMKM yang mendaftar dan mengumumkan 50 UMKM terpilih pada pertengahan April 2021.

Selanjutnya, selama 20 April-29 Juni 2021, 50 UMKM terpilih akan mengikuti kelas online  dalam UMKM Virtual Expo 2021 dengan tema yang mendukung pengembangan usaha mereka.

“Di antaranya ada pelatihan tentang cara mengakses kredit, cara mengoptimalkan dagang di e-commerce, cara membuat foto produk yang keren untuk jualan, dan sebagainya,” kata Direktur Bisnis Solopos Group, Suwarmin.

Di pengujung program ini, penyelenggara akan mengawal 50 peserta UMKM Virtual Expo 2021 berjualan di e-commerce selama lima bulan. Pada periode tersebut pelaku UMKM diajak mempraktikkan ilmu yang mereka peroleh selama pelatihan virtual.

Harapannya, pelatihan selama dua bulan yang telah berjalan membuat bisnis 50 UMKM ini berkembang pesat.

“Kami juga melakukan evaluasi, apakah peserta sudah menerapkan semua yang diajarkan saat pelatihan. Kalau belum maksimal hasilnya, misalnya pada bulan pertama, ya kita perbaiki di bulan berikutnya karena ada waktu lima bulan,” urai dia.


No Comments
Leave a Comment